Bagian Dua: Dad, Can I Use the Yellow Glass, Please?

Bagian Dua: Dad, Can I Use the Yellow Glass, Please?
Penulis: Manik Permata

Sinopsis: Keluarga Hiashi, Nguyen dan Smith sedang piknik bersama di sebuah taman di akhir pekan yang cerah. Kejadian menarik muncul ketika anak laki-laki Robert dan Jane yang baru berumur lima tahun meminta juice dengan gelas berwarna kuning. Apa yang terjadi? Selamat membaca ya.

Juice and KidSaya dan istri saya, Haruki datang bersama Dat dan Hung bergerak menuju tempat kawan saya Jane dan suaminya Robert yang sudah duduk di sebuah taman di tepi sungai. Kami berasal dari Jepang sedangkan Dat dan Hung berasal dari Vietnam. Keluarga kami kemudian berkawan baik dengan pasangan Jane dan Robert yang asli Australia karena Haruki, Hung dan Jane merupakan rekan kerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Hari ini adalah akhir pekan yang cerah dan kami setuju untuk piknik bersama dengan keluarga masing-masing. Dengan membawa makanan sendiri, kami mulai asyik berbincang. Anak-anak mulai asyik bermain di dekat bunga-bunga yang tampak ceria bermandikan matahari. Semua tampak senang karena hari itu hari libur dan udara terasa segar.

Waktunya makan. Anak dari Jane dan Robert, berumur lima tahun, makan dengan terburu-buru, dan ingin cepat kembali bermain.

Dad, can I have that juice, please? With the yellow glass,” kata anak laki-laki itu di sela-sela makannya.

I’m using the yellow glass. Do you want to use this blue glass?” kata Robert menawarkan.

No! I want the yellow glass, Daddy,” rengek anaknya kembali.

You have to wait until I finish my drink then,” balas Robert.

Wajah anak itu sekarang cemberut, sambil terus menguyah-ngunyah rotinya dengan kesal. Hampir saya merasa kasihan. Teman-teman yang lain mungkin juga merasa begitu. Awkward silence.

Sorry mate, sometimes you can’t always get what you want” kata Robert lagi, karena melihat anaknya terus cemberut, “But I’d be happy to pour you some juice in this blue glass.

Saya menikmati makanan sambil berpikir. Kalau saya, mungkin saja tanpa terlalu berpikir banyak akan memberikan gelas kuning yang sedang saya pakai untuk anak. Apa sih susahnya, cuma gelas, saya akan mengalah mengganti dengan gelas yang lain. Tapi anak itu sudah harus mendengar pelajaran hidup macam ‘you can’t always get what you want’ di usianya yang baru lima tahun. Saya mencoba berpikir lagi. Mungkin ada pelajaran lain yang ingin disampaikan si ayah. Tidak ada salahnya anak lelaki itu belajar sejak dini bahwa dengan siapapun ia perlu mengalah. Bahwa dengan merengek tidak akan membantunya mendapatkan apa yang ia mau. Hmm, mungkin semuanya akan menjadi lebih mudah nantinya, in the long run.

Sumber gambar

.:Selesai:.

Klik tautan ISSUU ini untuk mengunduh dan membaca versi e-book cerita ini secara gratis. Jangan lupa berbagi ya, terima kasih :)

Advertisements

One thought on “Bagian Dua: Dad, Can I Use the Yellow Glass, Please?

  1. Pingback: Bagian Tiga: Can You Carry It for Me, Please? | Menginspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s