Orangtua Masih “Terlena” Nilai Akademik Dibanding Pendidikan Karakter

Artikel ini diambil dari Kompas. Bisa untuk direnungkan untuk perbaikan pendidikan Indonesia. Selamat membaca kawan :))

KOMPAS.com — Sebagai orangtua, siapa pun ingin anak-anaknya bisa bersekolah dengan reputasi bagus, berprestasi, dan memiliki fasilitas memadai. Orang selalu menganggap gedung dan fasilitas sekolah bagus itu sesuai perkembangan zaman sehingga sekolah seperti itu dinilai berkualitas bagus pula.

Namun demikian, berapa banyak di antara orangtua itu yang lebih memikirkan kurikulum pelajaran yang diajarkan di sekolah? Pendidikan karakter seperti apa yang diajarkan di sana dan bagaimana kualitas guru-gurunya, serta budaya di sekolah itu?

“Ini ibarat melihat mutiara dalam kotak perhiasan yang cantik. Kebanyakan orang hanya fokus pada kotak pembungkus di luarnya, dan bukan pada mutiara di dalamnya. Terlalu fokus pada kotak luarnya hanya akan membuat mutiaranya jadi terlupakan. Ini paradigma yang harus diubah orangtua saat bicara pendidikan,” kata Bill McIntyre, Director of International Education Practice Franklin Covey, dalam seminar guru dan kepala sekolah “The Leader in Me” di Jakarta, Sabtu (5/4/2014) lalu.

Menurut Bill, tak salah jika orangtua melihat “penampakan luar” sekolahnya karena hal tersebut juga menjadi salah satu komponen alat peraga pendukung proses pembelajaran. Namun, rasanya semua itu akan sangat percuma jika sekolah itu tak memiliki perhatian khusus pada pendidikan dan perkembangan karakter peserta didiknya.

“Anak-anak adalah mutiara di dalam kotak, maka fokuslah untuk mendidiknya tidak hanya dari luarnya, yaitu sisi akademik, tapi juga karakter dalam dirinya, khususnya tentang kepemimpinan. Ini bekal untuk mereka saat dewasa nanti,” ujarnya.

Dalam memilih sekolah, lanjut Bill, mempertimbangkan pendidikan karakter adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Dia menambahkan, pendidikan karakter kepemimpinan (leadership operating system) yang dimiliki sekolah tak kalah penting dibandingkan faktor prestasi akademik.

“Karakter dan kepemimpinan diri adalah landasan penting yang harus dimiliki setiap orang. Ini adalah kunci untuk mendidik anak yang tahu budaya, punya prestasi akademik tinggi, dan kemampuan lainnya yang dibutuhkan saat dewasa sekaligus memiliki tingkat pengendalian diri, toleransi, sopan santun, berjiwa pemimpin, serta karakter sebagai pribadi yang baik. Ini harus diajarkan sejak dini,” kata Bill.

Tulisan ini bisa dibaca di tautan ini. Penting membuka perspektif beragam, dari berbagai konteks berbeda. Yang paling baik yang digunakan. Terima kasih sudah membaca. Menginspirasi ingin mengumpulkan tulisan terkait untuk kepentingan arsip. Salam Menginspirasi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s